Harga Patokan Rumah Subsidi Dihapus

Citra Indah ingin mengabarkan berita gembira buat para calon pembeli rumah. Pemerintah berancang-ancang menghapus batas maksimum Harga Patokan Rumah Subsidi. Kabar ini diperkuat dengan liputan berita di harian Kompas hari ini, 29 Januari 2010. Silakan simak beritanya seperti di bawah ini. Jumat, 29 Januari 2010 | 03:42 WIB

Jakarta, Kompas - Pemerintah akan menghapus ketentuan harga maksimum rumah sederhana sehat dan rumah susun sederhana milik seiring diterapkannya pola subsidi langsung perumahan rakyat.

Saat ini harga maksimum rumah sederhana sehat (RSH) dipatok Rp 55 juta per unit dan rumah susun sederhana milik (rusunami) sebesar Rp 144 juta per unit.

Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa mengemukakan hal itu seusai seminar ”Strategi dan Solusi Pembiayaan Properti dan Perumahan” di Jakarta, Kamis (28/1).

Pola baru subsidi perumahan rakyat ditargetkan berlaku efektif mulai semester kedua tahun 2010. Pemerintah kini sedang menyiapkan penggantian pola subsidi selisih bunga kredit dengan subsidi suku bunga kredit perumahan untuk masyarakat menengah ke bawah.

Untuk mendukung pola baru itu, dibentuk lembaga penyedia fasilitas likuiditas untuk memberikan tambahan modal bagi perbankan.

Melalui penyediaan fasilitas likuiditas perumahan, permodalan bank akan bertambah sehingga bank mampu menekan biaya dana (cost of fund), dan suku bunga kredit perumahan bisa dipertahankan di level 7-8 persen per tahun selama masa angsuran.

Rendahnya suku bunga kredit perumahan, lanjut Suharso, akan meningkatkan daya beli masyarakat menengah bawah. Ke depan, kemampuan memiliki rumah murah akan ditentukan oleh tingkat penghasilan konsumen, masa cicilan kredit, dan suku bunga kredit.

”Dengan rendahnya suku bunga kredit perumahan, tidak perlu lagi ada patokan harga maksimum rumah murah,” katanya.

Direktur Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengemukakan, penghapusan harga maksimum rumah bersubsidi akan semakin menyulitkan rakyat kecil memiliki rumah.

Sementara itu, penyaluran dana subsidi rumah susun milik tersendat. Berdasarkan data Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), dana subsidi rusunami yang dicairkan sepanjang 2009 hanya 62 unit dari total pengajuan subsidi 2.000 unit.

Padahal, konsumen sudah melakukan akad kredit dengan perbankan. Kepala Pusat Pembiayaan Perumahan Kemenpera Wardiati mengatakan, keterlambatan itu disebabkan pihaknya harus melakukan verifikasi kelayakan konsumen.

Suharso menambahkan, pihaknya akan mempercepat proses verifikasi kelayakan konsumen rumah susun bersubsidi asalkan konsumen melengkapi berkas-berkas pengajuan kredit, nomor pokok wajib pajak (NPWP), dan surat pemberitahuan (SPT) pajak. (LKT)

Search

© 2017 CitraIndah City. Sales: Fienso: 081282257456, 08564803147, http://citraindahciputra.com http://citraindahciputra.net http://fienso.com